Apa itu Penggelapan ?

Apa itu Penggelapan ?

Pada Postingan kali ini saya akan membahas tentang apa itu tindak Pidana Penggelapan ? Disini saya mencoba menerangkan hal tersebut berdasarkan studi kasus yang pernah saya tangani dan dari sudut pandang saya sendiri

Berdasarkan KUHP (KITAB UNDANG – UNDANG HUKUM PIDANA) bunyi pasal 372 KUHP atau bisa juga disebut Penggelapan adalah

Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Dari bunyi pasal di atas serta beberapa studi kasus yang pernah saya tangani saya mengambil kesimpulan bahwa suatu tindak pidana bisa dikatakan penggelapan apabila seseorang meminjam barang kepunyaan orang lain yang pada awalnya diberi izin oleh si pemilik barang namun setelah barang tersebut berada dalam kekuasaan si peminjam, Si peminjam malah memindah tangankan barang tersebut ke orang lain. Maka disitu si peminjam bisa terkena 2 Tindak Pidana yaitu Penipuan dan Penggelapan

Dinal Meminjam Sepeda Motor kepada Putra dengan alasan untuk pergi membeli obat ke Apotik namun setelah diperjalanan timbul niatan Dinal untuk menggadaikan Sepeda Motor tersebut dikarenakan saat itu Dinal sangat membutuhkan uang, Selanjutnya Dinal membawa Sepeda Motor tersebut ke rumah temanya yaitu saudara Parman dan meminta Parman untuk memberikan pinjaman uang dengan jaminan Sepeda Motor milik Putra yang dipinjamnya tadi, Akhirnya setelah berhasil meyakinkan Parman bahwa sepeda motor tersebut adalah miliknya, Dinal diberi pinjaman uang oleh saudara Parman dan setelah itu Dinal pun pergi.

Dari cerita di atas bisa kita simpulkan bahwa saudara Dinal awalnya melakukan penipuan kepada saudara putra dengan alasan awalnya meminjam sepeda motor untuk pergi membeli obat ke apotik namun setelah sepeda motor berada di tangan saudara Dinal, dia malah menggadaikanya ke saudara Parman sehingga dari cerita di atas terjadi beberapa tindak pidana yang bisa menjerat saudara Dinal yaitu Unsur Pasal Penipuan dan Unsur Pasal Penggelapan

Beberapa Studi Kasus Lain adalah tentang kasus yang sering berada di masyarakat

Arwin dipercaya menjadi bendahara arisan dari sebuah grup di kampungnya dalam sebuah grup tersebut terdapat 10 orang yang tergabung di dalamnya setiap tanggal 1 anggota grup mengumpulkan uang sebesar Rp. 100.000 (Seratus Ribu Rupiah) dan nantinya uang tersebut digunakan untuk mengocok :ngakak arisan dan setelah 3x Arisan berjalan, Nama Saudara Arwin keluar,lalu setelah itu saudara Arwin pura pura gila dan tidak melanjutkan arisan tersebut, Nah dari kejadian itu Saudara Arwin dapat dikatakan melakukan penggelapan uang arisan.

Dapat disimpulkan bahwa penggelapan erat kaitanya dengan penipuan dikarenakan kebanyakan pelaku penggelapan awalnya melakukan kebohongan terlebih dahulu sebelum akhirnya menggelapkan barang milik orang lain. Seperti sebagian bunyi pasal penggelapan “tetapi yang ada dalam kekuasannya,bukan karena kejahatan” hal tersebut menunjukan bahwa si pelaku menguasai barang atas dasar ijin dari si pemilik barang berbeda apabila si pelaku jelas-jelas melakukan kejahatan seperti pencurian untuk mendapatkan barang tersebut. Nah Mungkin itu saja yang bisa saya share berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya yang minim. Semoga bisa membantu dan kalau para suhu dan pakar hukum punya pendapat lain bisa kita diskusikan di kolom komentar. Sekian dan Terimakasih salam Mr.Leong

:shakehand2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *