Cara Menggunakan Sensor Pir Tanpa Arduino

Oke sobat netizen kali ini saya akan Sharing cara menggunakan Pir Sensor Tanpa Arduino yang tentunya akan menghemat Project kita, Perlu sobat ketahui Sensor Pir atau Sensor Gerak adalah sensor yang membaca gerakan tubuh kita lebih tepatnya pacaran Infrared saat kita bergerak, Jadi dalam penggunaanya sebisa mungkin menghindari tempat terbuka yang terkena cahaya matahari langsung karena akan menggangu Fungsi dari Sensor Pir itu sendiri. Nah buat temen – temen yang belum tahu bagaimana bentuk sensor pir tersebut bisa melihat gambar di bawah ini…

Setelah mengatahui bagaimana bentuk Sensornya kita langsung saja ke rangkaian Sensor Pir Tanpa Arduini, Lihat Gambar di bawah ini…

BAHAN – BAHAN BESERTA PENJELASAN:

  1. Tegangan Listrik PLN (220V)
  2. Power Modul Pengubah tegangan 220V ke 5V disini sobat bisa menggantinya dengan Charger bekas yang penting Outputnya 5V dan kalau sobat bisa membuat sendiri juga lebih bagus (untuk Power Modulnya dijual Banyak di Toko Online)
  3. Sensor PIR HC-SR501 (Sensor Gerak)
  4. Modul Relay 5V bisa dibeli di toko online atau buat sendiri mengikuti Rangkian disini —–> (Rangkaian Modul Relay 5V)
  5. Lampu Biasa

Nah setelah sobat berhasil merangkai seperti gambar di atas ada beberapa hal yang perlu sobat ketahui terkait Modul Sensor PIR atau Sensor Gerak ini terkait dengan Pemakaianya.

Sekarang coba sobat perhatikan di Modul Sensor Pir (Sensor Gerak) milik sobat nanti di sana terdapat 2 buah Trimpot yang nantinya kita akan gunakan untuk mengatur delay dan Sensitifitas Sensor. Perhatikan Gambar di bawah ini…

Pada Trimpot sebelah kiri disebut dengan Time Delay atau Jeda Waktu disini untuk mengatur berapa lama sensor mendeteksi kembali apabila ditemukan gerakan, Untuk menambah jeda waktu agar lebih lama silahkan sobat putar ke kanan (Searah Jarum Jam) namun apabila untuk mengurangi jeda waktunya sobat putar ke kiri (berlawanan Jarum Jam).

Pada Trimpot sebelah kanan disebut dengan Pengatur Sensitifitas, Sesuai dengan namanya Trimpot yang ini berfungsi untuk mengatur sensitifitas sensor terhadap gerakan sekitar yang artinya apabila sensor kita atur sangat sensitif maka gerakan hewan kecilpun akan di deteksi. Untuk mengaturnya apabila sobat putar ke arah kanan (searah Jarum Jam) maka Sensor akan semakin Sensitif Begitu juga sebaliknya apabila sobat memutarnya ke kiri (Berlawanan Jarum Jam) maka sensor akan kurang peka terhadap gerakan.

Selain Trimpot di atas ada 1 lagi yang tidak kalah penting yaitu penggunaan Jumper pada Sensor Pir (Sensor Gerak) Lihat Gambar di bawha ini…

Apabila sobat menghubungkan Jumper dalam Mode Repeatable Trigger maka sensor akan mereset Timer setiap kali mendeteksi gerakan yang artinya Lampu akan tetap menyala apabila masih ada orang / gerakan yang terbaca di sensornya, mode ini sangat cocok apabila digunakan di kamar mandi. yang mana saat tidak terdeteksi adanya gerakan maka timer sensor akan berjalan sesuai yang telah ditentukan dan berhenti apabila waktu habis.

Kemudian apabila sobat menggunakan Mode Non Repeatable Trigger / Single Trigger maka sensor akan membaca 1 kali gerakan saja tepatnya gerakan pertama lalu sensor tetap akan menjalankan timer yang ditentukan, setelah timer habis barulah sensor membaca adanya gerakan lagi sehingga walaupun masih ada gerakan di depan sensor timer tidak akan di reset seperti mode Repeatable Trigger.

Nah Sampai disni sobat pastinya sudah memahami bagaimana cara kerja dan pengaturan dari Sensor Pir (Sensor Gerak) sehingga dalam project yang sobat hendak buat tidak mengalami kesulitan, Namun jika sobat masih belum paham atau masih ada yang ingin ditanyakan sobat bisa corat – coret di kolom komentar, Mungkin sekian dulu yang bisa saya bagikan semoga berhasil dalam projectnya dan Salam Mr Leong

Bagikan Postingan ini :

Putu Artha

Seorang Laki- Laki yang senang berbagi ilmu seputar Informasi Teknologi dan Elektronika Serta pengalaman yang pernah saya lakukan

This Post Has 10 Comments

  1. Arie

    Aku sudah coba gan. Tapi tidak berfungsi di mana modul relay tidak mau mutus walau lampu indikator hijau relay sudah mati. Tapi ketika kabel input trigger ke relay di copot lampu mati (relay off). Apa yg salah gan.

    1. Putu Artha

      Coba di cek wiringnya seharusnya jika sesuai rangkaian maka berfungsi dengan baik. Dan di tes dulu relaynya apa kondisinya masih bagus atau tidak

  2. chandra

    kalau mau diaplikasikan ke lampu led 5v, bagaimana caranya? terimakasih sebelumnya

    1. Putu Artha

      Untuk mengaplikasikan ke lampu 5 volt pertama harus pilih power dulu
      1. Dari AC (listrik PLN)
      2. Dari DC (Adaptor) / Batrai
      Jika dari AC sobat masih perlu mengubah teganganya ke DC seperti rangkaian di atas karena pada dasarnya semua rangkaian di atas menggunakan daya 5v. Jika output sudah 5V (Dari Adaptor) sobat tinggal hubungkan GND Adaptor ke Negatif Lampu 5V sedangkan VCC Adaptor ke kaki relay salah satu lalu positif lampu juga ke kaki relay salah satunya. Pastikan sebelumnya sobat sudah paham cara kerja relay

  3. chandra

    sudah saya coba dan ternyata tidak berhasil, output dari sensor hanya sekitar 3.3v. sedangkan input untuk relay butuh 5v. sudah sesuai rangkaian diatas. salahnya dimana ya?

    1. Putu Artha

      Output sensor bukan untuk memberi tegangan relay gan. Output sensor cuman sebagai pemicu / trigger relay. Relay dapat tegangan langsung dari sumber tegangan dan salah satu kaki transistor. Kalau sobat lebih teliti lagi mungkin rangkaianya bisa. Sebab sudah sy coba dan work sampai saat ini. Saya aplikasikan di kamar mandi

  4. nano

    kak ini ada skema schematic nya kagak di proteus atau gak eagle gitu?

    1. Putu Artha

      Sy buatnya di fritzing aja gan. Klo yg lain tidak ada

Leave a Reply